
Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya saat masih kecil atau belum memasuki usia baligh.
Anak yatim yang kurang mampu memiliki kedudukan yang utama dan menjadi prioritas dalam menerima santunan, zakat, infaq, dan sedekah.

Apa saja keutamaan menyantuni anak yatim yang dapat kita peroleh?
1. Dijamin akan Masuk Surga
Surga menjadi tempat impian semua orang, berbagai cara dilakukan umat muslim untuk memperoleh ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mendapatkan tempat di surga-Nya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjanjikan orang-orang yang menyantuni anak yatim sebuah tempat di surga, sebagaimana yang tertuang dalam salah satu haditsnya berikut ini:
“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
Jadi, selama seseorang tidak melakukan dosa yang fatal hingga membuat Allah Subhanahu wa Ta'ala enggan memaafkannya. Maka orang tersebut akan dijamin masuk surga seperti yang telah dijelaskan di dalam hadist di atas.
2. Mendapatkan Pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala
Allah tidak hanya menjanjikan surga kepada orang-orang beriman yang mau merawat dan menyantuni anak yatim. Tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala juga akan memberikan uluran tangan kepada orang-orang tersebut ketika mereka mengalami masalah atau kesulitan.
Hal ini di dasari oleh sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits berikut ini:
“….Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).
3. Terhindar dari Siksaan di Akhirat
Siksaan di akhirat tidak seperti di dunia, yang mana siksaan tersebut sangat pedih dan menyakitkan. Tentunya setiap orang tidak ingin merasakan siksaan tersebut, salah satu cara agar terhindar dari siksa akhirat yaitu dengan menyantuni anak yatim.
Keutamaan menyantuni anak yatim dapat membuat kita terhindar siksaan saat berada di akhirat. Seperti yang tertuang di dalam hadis riwayat Thabrani berikut ini:
“Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani dari Abu Hurairah).
Berdasar hadist di atas bisa disimpulkan bahwa orang-orang yang bersikap baik dan penuh kasih sayang kepada anak yatim, tidak akan disiksa oleh Allah di hari kiamat nanti.
4. Berkesempatan Menjadi Teman Rasulullah di Surga
Bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam mimpi saja sudah menjadi angan-angan setiap muslim. Apalagi menjadi teman Beliau saat di surga nanti, tentunya menjadi suatu impian besar yang membahagiakan.
Begitu mulianya anak yatim hingga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan balasan yang istimewa, sebagimana yang tertuang di dalam hadist berikut ini:
“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).
5. Mendapat Gelar Abrar (Orang yang Taat kepada Allah)
Diberikan gelar oleh sesama manusia menjadi salah satu kehormatan bagi kita. Tapi bagaimana jika kita mendapat gelar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala?
Tentu keistimewaannya sangat luar biasa dan menjadi salah satu pencapaian dalam hidup, berikut hadist yang membahas tentang hal tersebut:
“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslim, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
6. Sebagai Amal untuk Bekal di Akhirat
Menyantuni anak yatim dapat diibaratkan sebagai investasi amal untuk bekal di akhirat, sebagaimana yang telah tertuang dalam hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini:
“Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim Abu Hurairah).
Menyantuni anak yatim termasuk sedekah jariah yang akan membantu kita terhindar dari panasnya api neraka. Dengan memberikan santunan secara rutin kepada anak-anak yatim kita akan selamat di akhirat nanti.
7. Terhindar dari Golongan Pendusta Agama
Orang-orang yang menghardik anak yatim (berkata kasar, memaki, memukul, dan tindakan sejenisnya) akan termasuk dalam golongan pendusta agama. Seperti yang telah tertulis di dalam surat Al Mau’un ayat 1 hingga 3 yang di bawah ini:
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama, itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tiadk menganjurkan memberi makan kepada anak miskin.” (QS Al Ma’un, ayat 1-3).
8. Dilembutkan Hatinya
Tidak semua orang memiliki hati yang lemah lembut, ada juga sebagian yang sangat keras hatinya. Sehingga mereka sulit menerima nasehat dan menerima kebaikan dari orang lain.
Orang-orang berhati keras dianjurkan mengasihi dan menyantuni anak yatim sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hadits berikut:
“Ada seseorang yang mengadu kepada Nabi Muhammad tentang kerasnya hati. Nabi menjawab: Silahkan beri makan orang miskin dan usap kepada anak yatim,” (Ibnu Hajar Al-Asqalani).
9. Mendapatkan Pahala yang Berlipat
Keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya yaitu akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Pahala tersebut tidak hanya diberikan kepada kita tapi juga dapat bermanfaat untuk orang lain, bila dilakukan dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharapkan ridho dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Seperti yang telah dijelaskan di dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di bawah ini:
“Siapa saja yang menyeru pada kebaikan, maka baginya pahala yang sama dengan orang yang mengerjakannya,” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas’ud).
10. Mendapatkan Kebaikan yang Berlimpah
Keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya ini tertuang di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh radhiyallahu 'anhu. Pada hadist tersebut tertulis bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Barang siapa mengusap kepala anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan.”
Demikian, keutamaan menyantuni anak yatim yang sangat sayang jika kita lewatkan begitu saja, karena ada banyak keutamaan dan pahala yang akan kita dapatkan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik